Showing posts with label Love - Romantic Article. Show all posts
Showing posts with label Love - Romantic Article. Show all posts

Rindu sang Hilir atau Rindu sang Punuk?




Ada dua macam perumpamaan rindu yang unik dan sulit untuk dirasakan. Pertama, Hilir sungai  yang merindu samudra,meski jauh, berkelok tapi dia tahu pasti kemana akan bermuara. Kemudian punuk yang merindu bulan. Jangankan rindu terbalas, tersampaikan saja belum tentu. Jika setiap orang diberi pilihan pasti memilih macam rindu yang pertama. Meski susah tapi berakhir bahagia dan pasti bahagia.
Lalu bagaimana jika hak memilih itu tak berlaku? Mau tidak mau Kamu harus jadi punuk yang merindu bulan, bahkan bulannya pun bukan bulan yang biasa, bulan yang ada di andromeda? Maka kamu bisa memilih untuk menjadi Punuk yang Yasudahlah, yang berpikir lebih baik merindu batu disekelilingmu ATAU kamu berharap menjadi planet yang dikelilingi bulan di andromeda itu. Jangan pikirkan tentang cara transformasi seekor punuk menjadi sebuah planet, ini hanya sebuah perumpamaan. Apa pun pilihanmu, beruntunglah merindumu itu tertuju. Terbalas atau tidak, pasti ada doa yang terpanjat selama merindumu itu dan pasti ada yang maha mendengar untuk setiap pengaduan mu.

Ketidak Ekspresian Hati


Biasa di mulut belum tentu biasa di hati. Mulut bisa saja berkata “Biasa saja” padahal hati terharu dan terpukau. “Biasa saja” tapi sangat merindu saat berpisah itu ada. “Biasa saja” tapi khawatir karena tidak ada kabar juga ada. “Biasa saja” tapi merasa kehilangan juga ada banget. Dan pada akhirnya ucapan “Biasa saja” akan tetap menjadi biasa saja sampai ada keberanian hati untuk berekspresi. Selama keberanian berekspresi itu belum dilakukan, Hati lebam dan patah berkepingpun akan tetap berucap “biasa saja”.

Sepotong Hati Yang Baru


Sepotong Hati . Hati itu hanya sepotong, dan satu satunya bukan?
Model : Tangan Rahma ('-')/

Akan ada seseorang yang disaat dia pergi
Dia membawa sepotong hatimu
Tanpa tahu sebab dan bagaimana itu terjadi
Kamu kehilangan dan merasa kosong
Ada bagian dari dirimu entah apa itu,

Love - Kadang Hati dan Otak Tidak Sinkron

Love Again? You are so suspicius in Love diagnosed Yun!
Tidak, saya tidak sedang jatuh cinta. Kebetulan saja otak saya lagi pinter dan bening banget diajak ngomong dan mengetik masalah cinta. Ngomongin masalah cinta tidak harus anda dalam keadaan jatuh cintakan? Seperti seorang yang bisa mendiskripsikan lezatnya makanan tidak harus dalam keadaan makan juga kan? Bahkan kalau kita dalam keadaan jatuh cinta, terkadang otak kita tidak bisa berpikir dengan benar dan logis. "Kok kamu tahu Yun? Berarti kamu pernah jatuh cinta ya?"

Surely I answer, "Yes I had ever felt that absurd feeling. It confounded my mind dan my brain. Sometime, Bad was looked nice, Nice was looked Bad. Your Moody could be sudden Up and Sudden Down Also because of someone. Yeah, Someone who were never known where he was from, someone who make the Question Why and How were un-answered. Why did you love him? How could you? Aaand Enough " Iya cukup, saya takut terlalu salah

Love - Mengeja Makna Kata Cinta, Patah dan Hati

Hei !
Belum apa-apa saja sudah posting tentang cinta. Kesannya seperti sedang jatuh cinta saja atau sangat berpengalaman masalah cinta atau bunga-bunga hati saya sedang bermekaran. Padahal keadaan nya tidak seperti itu. Kesan tinggallah kesan. Ini hanya kebetulan saja saya selesai membaca sebuah novel, novel tentang cinta. Sebuah novel yang Di sinopsis nya tertulis Bacaan yang tepat untuk orang yang sedang mengeja katacinta, patah dan hati. Sebuah kalimat yang sangat menggoda saya untuk memiliki buku itu. Ntah kalimat tersebut yang benar-benar memikat atau makna kalimat tersebut yang sangat sesuai dengan keadaan saya. Iya sedang mengeja kata cinta, patah dan hati and  "This is so you Yun " and Finally I nailed that novel. 

Lembar demi lembar tersibak, kata demi kata tereja and That s so worth it. Setiap kalimat yang terbaca yang terbaca pasti meninggalkan kata dalam pikiran ini "Oh Jadi seperti itu" , " Oh iya ya bener juga" , "Ya ampun ini aku banget" , "Bener-bener, biasanya aku juga seperti itu" , dan "Ini maksudnya apa ya? Kemudian dibaca ulang dan Subhanallah" .

Iya, benar-benar berkesan dan terinspirasi banget baca novel satu ini. Nah, dari sekian banyak kata , kalimat atau paragraf berkesannya