Sahabat itu Bukan Hanya




Sahabat itu bukan tentang ketidaksengajaan waktu yang membuat kalian bersama,tapi tentang usaha untuk menjadikan waktu kebersamaan itu menjadi ada. Mengorbankan beberapa Me Time untuk kebersamaan. Dan mengorbankan Me Time itu tak mudah kolega. Karena Me Time itu bukan hanya tentang waktu pribadimu, tapi juga tentang waktu belajarmu, waktu mengerjakan beberapa kewajibanmu dan bahkan terkadang untuk tetap menstabilkan Me Time, kamu harus mengorbankan waktu tidurmu dan beberapa waktu bermalas malasanmu. Mudah kah? Jujur, tidak.

Ketidak Ekspresian Hati


Biasa di mulut belum tentu biasa di hati. Mulut bisa saja berkata “Biasa saja” padahal hati terharu dan terpukau. “Biasa saja” tapi sangat merindu saat berpisah itu ada. “Biasa saja” tapi khawatir karena tidak ada kabar juga ada. “Biasa saja” tapi merasa kehilangan juga ada banget. Dan pada akhirnya ucapan “Biasa saja” akan tetap menjadi biasa saja sampai ada keberanian hati untuk berekspresi. Selama keberanian berekspresi itu belum dilakukan, Hati lebam dan patah berkepingpun akan tetap berucap “biasa saja”.

Analogi Hujan dan Cincah ! ♥




Gerimis itu awet.  Ya kayak hubungan asmara.  Kalau pelan, santai dan tidak berlebihan malah awet dan lama. Begitu pula sebaliknya, hubungan yang penuh perhatian lebih selebat hujan yang deras justru cepat berakhir.  
Gerimis itu romantis. Tapi ,  seromantis-romantisnya gerimis toh berakhir juga. Bukan, ini bukan  tentang berakhirnya suatu hubungan yang terjalin, tapi tentang berakhirnya durasi dalam satu  keromantisan itu. Karena satu musim, gerimis tidak datang satu kali. 

Menjadi orang yang lebih baik atau tetap menjadi diri sendiri?

Moon sedang memaknai hidup.

Kalau kamu ditanya “lebih milih mana, Menjadi orang yang lebih baik atau tetap menjadi diri sendiri?”, kamu akan menjawab apa?


Kalau sampai jawab “Menjadi lebih baik dengan tetap menjadi diri sendiri” tak tabok pakai buku Guyton kapok kon! Maksudku jawaban yang logis , spesifik, selektif dan jelas gitu laaaa. Yang prioritas gitu laaaa.

Ehmmmm.. Sebenarnya pertanyaan nya juga kurang spesifik sih. Jadi ya wajar kalau jawabannya sliwer gitu. *balikin buku Guyton ke rak buku**ga jadi belajar*

Menjadi lebih baik bisa banyak macamnya. Lebih baik dalam hal religius, bisaaa. Lebih baik dalam hal belajar, bisaaa. Lebih baik dalam hal highscore game, bisaaa. Lebih baik dalam behavior, bisaaa. Lebih baik dari mantannya pacar ,bisaaa. Lebih baik dalam menjaga kesehatan, bisaaa. Lebih baik dalam gaya hidup, bisaaa

Gini gini maksudku,
Misal , ingin Lebih baik dalam hal religius, sedangkan pada dasarnya diri kamu adalah orang yang suka hedon, sering kufur, sering terlalai karena nafsu, sering lalai solat dsan sebagainya. Kamu lebih milih mana, Menjadi yang lebih baik atau tetap menjadi diri sendiri yang blablabla?
Misal lagi, lebih baik dalam hal belajar, sedangkan pada dasarnya diri kamu adalah orang yang lebih suka meluangkan waktu untuk main  dan nongkrong nongkrong rumpi sama temenmu, lebih suka mainan game dan social media daripada baca buku, lebih suka curi curi sosmed an dan ngobrol sendiri sama temen waktu kuliah pakar. Kamu lebih milih mana, Menjadi yang lebih baik atau tetap menjadi diri sendiri yang blablabla?
Pasti jawab “Menjadi yang lebih baik laaaah”. Oke oke jawabannya keren dan kece, tapi faktanya? Have you done? Huallahualam!
Okeee, abaikan masalah fakta.

Sekarang permasalahkan apa yang menjadi masalah saat kamu berubah menjadi orang yang lebih baik. Masalah pertama, orang orang disekitar kamu berpikir kamu berubah, dan mereka kurang suka. Selama kamu berubah menjadi lebih baik, dan kamu benar benar orang yang baik ya sudah itu bukan masalah. Keep calm dan orang baik selalu ada temannya.
Masalah selanjutnya, disaat kita terlalu asyik berubah, terkadang kita berubah menjadi orang yang benar benar bukan diri kita, dan itu tidak mengidentitaskan kita. Lalu? Your Choice is yours . Kamu sudah tahu apa yang terbaik untuk dirimu dan apa yang membuatmu bahagia sejahtera. 
Pokoknya intinya gini, kalau kebiasaan atau sikap yang ada pada dirimu itu baik, pertahankan! Kalau tidak baik ya terserah kamu, berubah ya syukur, tidak berubah ya terserah kamu. Toh yang mengambil keuntungan dan merasakan akibat resolusi perubahan diri  lebih baik adalah DIRI KAMU SENDIRI. And once again, your choice is yours! 
Masalah selanjutnya? Think,  Be wise and solve it!  

Sentral dan Perifer

Ini bukan tentang pembagian sistem persyarafan. Bukan tentang antara Otak atau Nervus Radialis. Ini adalah sebuah kasta sederhana. Bukan kasta tentang tingkat kemartabatan. Ini adalah Sebuah ordinal tanpa standar pasti tapi bermakna jelas. Sebuah momen atau posisi dengan kesan batas yang tegas.

Setiap orang pasti pernah mengalami perputaran kedua posisi tersebut.


saat berada di perifer, “Mengapa mereka (Sentral) begitu mengelompok dan tertawa lepas tanpa menganggap kita?” *ngerumpik sambil duduk duduk di anak tangga*

Are you a Carrot, an Egg or a Coffee Bean?


When The carrot, the egg and the Coffee bean  is boiling to the water , each of this gives different reaction.

I was a Coward


I was a coward 
I'm afraid of loneliness . Lonely without a friend Or with friends but without talking and  discussion.
I was a coward 
I'm afraid of spliting with my beloved mom and dadSpliting with no meeting again.
Time is running, Busyness of growing up neglects us that they also grew old
I was a coward 
I'm afraid left by people around meThen I am alone and that's so scary

Man Sight Side, Part 1

Berteman dengan banyak orang. Berteman akrab, ngobrol terkadang membuat kita menjadi tahu bagaimana seseorang itu memandang sesuatu. 

Dan tak ubahnya cara pandang setiap orang itu pasti berbeda. Dan inilah beberapa cara pandang sobat saya yang merupakan kaum adam yang mungkin bisa berbeda.


“Jujur aku sebagai cowok yang aku lihat pertama dari cewek itu cantik dan fisiknya. Tapi cowok yang baik-baik tidak jatuh cinta karena itu Yun. Dia jatuh cinta karena kepribadian wanita. Kepribadian yang baik, yang lembut dan pokoknya yang baik baiklah. Apalagi kepribadian yang bisa ngatur duit, beh cowok pasti suka banget tuh.” –D.S.

Are u beautiful or just pretty?


Our hunger of Laughing and It Fabulous Ending :D

Skill Respiratory System Schedule! *Tereretereeeet  (‘   o’)/

Iyap skill time.

Ini waktunya buat kita mahasiswa kedokteran preklinik untuk mempelajari dan mempraktikan skill yang kita pelajari selama perkuliahan. 
Seru mempelajari beberapa hal baru yang kelak menjadi salah satu cerita perjalanan seorang dokter.
Seru karena kita bisa mempraktikan langsung. Memang bukan langsung ke pasien, melainkan ke Manekin atau ke teman sejawat sendiri. Tapi tetap seru, mempelajari hal-hal yang belum tentu teman-teman lain pelajari.
Seru karena kelas dibagi lebih kecil sehingga kami lebih fokus dan didampingi dengan seorang tutor ahli dan berkualitas.

Sepotong Hati Yang Baru


Sepotong Hati . Hati itu hanya sepotong, dan satu satunya bukan?
Model : Tangan Rahma ('-')/

Akan ada seseorang yang disaat dia pergi
Dia membawa sepotong hatimu
Tanpa tahu sebab dan bagaimana itu terjadi
Kamu kehilangan dan merasa kosong
Ada bagian dari dirimu entah apa itu,

Aditya Angela Adam , PRINSIP panutan Rumfik :D

Tyak dan 3 teman Ketjenya :D


We called her as Tyak (wajib pakek "k" ) :D

Kolega baruku di Malang yang baru aku kenal selama 2 tahun 4 bulan. Bertanah kelahiran di daerah nan jauh di mata. Daerah yang tidak pernah aku hafalkan dan tak terjamah dalam pengetahuan geografiku. Kupang , Nusa Tenggara Timur. :)

A very little curious girl , that phrase describe her enough. Dengan usia 1 tahun 4 bulan lebih muda dariku, terkadang dia justru jauh lebih dewasa pemikirannya dari ku. Ralat, lebih dewasa dan ber PRINSIP dari aku, aryok dan Rahma. #gamauchildishsendiri