Kekhawatiran akan sesuatu yang pasti terjadi itu tak semenakutkan saat itu benar benar terjadi. Sama sama menyakitkan, tapi paling tidak itu benar benar terjadi. Banyak orang takut menghadapi kenyataan dan memikirkan ketakutan itu. Padahal sebenarnya menghadapi kenyataan itu jauh lebih baik dan menenangkan daripada tenggelam dalam kekhawatiran. It's better to know and be disappointed than to never know and always wonder. Karena dengan menghadapi kenyataan, apa yang kita hadapi adalah hal yang nyata, kecewa ataupun terselesaikannya masalah maka tidak akan sia sia dan akan menghasilkan sebuah pelajaran hidup.
Disaat sebuah gambar tidak bisa menggambarkan, sebuah tulisan dapat mendeskripsikan nya. Disaat cerita hidup semakin complicated, Alurnyapun seperti gelombang di EKG, ada saatnya memuncak seperti R, ada saatnya dibawah seperti S, atau biasa saja seperti gelombang P. Tapi itulah bukti bahwa kita masih hidup. Karena saat alur hidup mendatar, maka itu teranalogi seperti asistole .
Kamu Tidak Akan Mati Karena Menghadapi Kenyataan
Rindu sang Hilir atau Rindu sang Punuk?
Ada dua macam perumpamaan rindu yang unik dan sulit untuk dirasakan. Pertama, Hilir sungai yang merindu samudra,meski jauh, berkelok tapi dia tahu pasti kemana akan bermuara. Kemudian punuk yang merindu bulan. Jangankan rindu terbalas, tersampaikan saja belum tentu. Jika setiap orang diberi pilihan pasti memilih macam rindu yang pertama. Meski susah tapi berakhir bahagia dan pasti bahagia.
Lalu bagaimana jika hak memilih itu tak berlaku? Mau tidak mau Kamu harus jadi punuk yang merindu bulan, bahkan bulannya pun bukan bulan yang biasa, bulan yang ada di andromeda? Maka kamu bisa memilih untuk menjadi Punuk yang Yasudahlah, yang berpikir lebih baik merindu batu disekelilingmu ATAU kamu berharap menjadi planet yang dikelilingi bulan di andromeda itu. Jangan pikirkan tentang cara transformasi seekor punuk menjadi sebuah planet, ini hanya sebuah perumpamaan. Apa pun pilihanmu, beruntunglah merindumu itu tertuju. Terbalas atau tidak, pasti ada doa yang terpanjat selama merindumu itu dan pasti ada yang maha mendengar untuk setiap pengaduan mu.
Sahabat itu Bukan Hanya
Sahabat itu bukan tentang ketidaksengajaan waktu yang membuat kalian bersama,tapi tentang usaha untuk menjadikan waktu kebersamaan itu menjadi ada. Mengorbankan beberapa Me Time untuk kebersamaan. Dan mengorbankan Me Time itu tak mudah kolega. Karena Me Time itu bukan hanya tentang waktu pribadimu, tapi juga tentang waktu belajarmu, waktu mengerjakan beberapa kewajibanmu dan bahkan terkadang untuk tetap menstabilkan Me Time, kamu harus mengorbankan waktu tidurmu dan beberapa waktu bermalas malasanmu. Mudah kah? Jujur, tidak.
Ketidak Ekspresian Hati
Biasa di mulut belum tentu biasa di hati. Mulut bisa saja berkata “Biasa saja” padahal hati terharu dan terpukau. “Biasa saja” tapi sangat merindu saat berpisah itu ada. “Biasa saja” tapi khawatir karena tidak ada kabar juga ada. “Biasa saja” tapi merasa kehilangan juga ada banget. Dan pada akhirnya ucapan “Biasa saja” akan tetap menjadi biasa saja sampai ada keberanian hati untuk berekspresi. Selama keberanian berekspresi itu belum dilakukan, Hati lebam dan patah berkepingpun akan tetap berucap “biasa saja”.
Labels:
Heart,
Love - Romantic Article
Location:
Malang, Malang
Analogi Hujan dan Cincah ! ♥
Gerimis itu awet. Ya kayak hubungan asmara. Kalau pelan, santai dan tidak berlebihan malah awet dan lama. Begitu pula sebaliknya, hubungan yang penuh perhatian lebih selebat hujan yang deras justru cepat berakhir.
Gerimis itu romantis. Tapi , seromantis-romantisnya gerimis toh berakhir juga. Bukan, ini bukan tentang berakhirnya suatu hubungan yang terjalin, tapi tentang berakhirnya durasi dalam satu keromantisan itu. Karena satu musim, gerimis tidak datang satu kali.
Menjadi orang yang lebih baik atau tetap menjadi diri sendiri?
![]() |
| Moon sedang memaknai hidup. |
Kalau kamu ditanya “lebih milih mana, Menjadi orang yang lebih baik atau tetap menjadi diri sendiri?”, kamu akan menjawab apa?
Kalau sampai jawab “Menjadi lebih baik dengan tetap menjadi diri sendiri” tak tabok pakai buku Guyton kapok kon! Maksudku jawaban yang logis , spesifik, selektif dan jelas gitu laaaa. Yang prioritas gitu laaaa.
Ehmmmm.. Sebenarnya pertanyaan nya juga kurang spesifik sih. Jadi ya wajar kalau jawabannya sliwer gitu. *balikin buku Guyton ke rak buku**ga jadi belajar*
Menjadi lebih baik bisa banyak macamnya. Lebih baik dalam hal religius, bisaaa. Lebih baik dalam hal belajar, bisaaa. Lebih baik dalam hal highscore game, bisaaa. Lebih baik dalam behavior, bisaaa. Lebih baik dari mantannya pacar ,bisaaa. Lebih baik dalam menjaga kesehatan, bisaaa. Lebih baik dalam gaya hidup, bisaaa
Gini gini maksudku,
Misal , ingin Lebih baik dalam hal religius, sedangkan pada dasarnya diri kamu adalah orang yang suka hedon, sering kufur, sering terlalai karena nafsu, sering lalai solat dsan sebagainya. Kamu lebih milih mana, Menjadi yang lebih baik atau tetap menjadi diri sendiri yang blablabla?
Misal lagi, lebih baik dalam hal belajar, sedangkan pada dasarnya diri kamu adalah orang yang lebih suka meluangkan waktu untuk main dan nongkrong nongkrong rumpi sama temenmu, lebih suka mainan game dan social media daripada baca buku, lebih suka curi curi sosmed an dan ngobrol sendiri sama temen waktu kuliah pakar. Kamu lebih milih mana, Menjadi yang lebih baik atau tetap menjadi diri sendiri yang blablabla?
Pasti jawab “Menjadi yang lebih baik laaaah”. Oke oke jawabannya keren dan kece, tapi faktanya? Have you done? Huallahualam!
Okeee, abaikan masalah fakta.
Sekarang permasalahkan apa yang menjadi masalah saat kamu berubah menjadi orang yang lebih baik. Masalah pertama, orang orang disekitar kamu berpikir kamu berubah, dan mereka kurang suka. Selama kamu berubah menjadi lebih baik, dan kamu benar benar orang yang baik ya sudah itu bukan masalah. Keep calm dan orang baik selalu ada temannya.
Masalah selanjutnya, disaat kita terlalu asyik berubah, terkadang kita berubah menjadi orang yang benar benar bukan diri kita, dan itu tidak mengidentitaskan kita. Lalu? Your Choice is yours . Kamu sudah tahu apa yang terbaik untuk dirimu dan apa yang membuatmu bahagia sejahtera.
Pokoknya intinya gini, kalau kebiasaan atau sikap yang ada pada dirimu itu baik, pertahankan! Kalau tidak baik ya terserah kamu, berubah ya syukur, tidak berubah ya terserah kamu. Toh yang mengambil keuntungan dan merasakan akibat resolusi perubahan diri lebih baik adalah DIRI KAMU SENDIRI. And once again, your choice is yours!
Masalah selanjutnya? Think, Be wise and solve it!
Sentral dan Perifer
Ini bukan tentang pembagian sistem persyarafan. Bukan tentang antara Otak atau Nervus Radialis. Ini adalah sebuah kasta sederhana. Bukan kasta tentang tingkat kemartabatan. Ini adalah Sebuah ordinal tanpa standar pasti tapi bermakna jelas. Sebuah momen atau posisi dengan kesan batas yang tegas.
Setiap orang pasti pernah mengalami perputaran kedua posisi tersebut.
saat berada di perifer, “Mengapa mereka (Sentral) begitu mengelompok dan tertawa lepas tanpa menganggap kita?” *ngerumpik sambil duduk duduk di anak tangga*
Are you a Carrot, an Egg or a Coffee Bean?
When The carrot, the egg and the Coffee bean is boiling to the water , each of this gives different reaction.
I was a Coward
I was a coward
I'm afraid of loneliness . Lonely without a friend Or with friends but without talking and discussion.
I was a coward
I'm afraid of spliting with my beloved mom and dad. Spliting with no meeting again.
Time is running, Busyness of growing up neglects us that they also grew old
I was a coward
I'm afraid left by people around me. Then I am alone and that's so scary
Man Sight Side, Part 1
Berteman dengan banyak orang. Berteman akrab, ngobrol terkadang membuat kita menjadi tahu bagaimana seseorang itu memandang sesuatu.
Dan tak ubahnya cara pandang setiap orang itu pasti berbeda. Dan inilah beberapa cara pandang sobat saya yang merupakan kaum adam yang mungkin bisa berbeda.
“Jujur aku sebagai cowok yang aku lihat pertama dari cewek itu cantik dan fisiknya. Tapi cowok yang baik-baik tidak jatuh cinta karena itu Yun. Dia jatuh cinta karena kepribadian wanita. Kepribadian yang baik, yang lembut dan pokoknya yang baik baiklah. Apalagi kepribadian yang bisa ngatur duit, beh cowok pasti suka banget tuh.” –D.S.
![]() |
| Are u beautiful or just pretty? |
Our hunger of Laughing and It Fabulous Ending :D
Skill Respiratory System Schedule! *Tereretereeeet (‘ o’)/
Iyap skill time.
Ini waktunya buat kita mahasiswa kedokteran preklinik untuk mempelajari dan mempraktikan skill yang kita pelajari selama perkuliahan.
Seru mempelajari beberapa hal baru yang kelak menjadi salah satu cerita perjalanan seorang dokter.
Seru karena kita bisa mempraktikan langsung. Memang bukan langsung ke pasien, melainkan ke Manekin atau ke teman sejawat sendiri. Tapi tetap seru, mempelajari hal-hal yang belum tentu teman-teman lain pelajari.
Seru karena kelas dibagi lebih kecil sehingga kami lebih fokus dan didampingi dengan seorang tutor ahli dan berkualitas.
Subscribe to:
Posts (Atom)
-1395976471.jpeg)









